Sop obesitas ptm

Kegiatan posbindu yang dilaksanakan bekerjasama dengan Puskesmas Buleleng I Kader — kader kesehatan yang bekerja dengan sukarela yang ada di Kelurahan Wilayah Puskesmas Buleleng Ikader Posbindu yang sudah terbentuk sebanyak 5 orang serta Kelurahan Wilayah Puskesmas Buleleng Iyang aktif membantu pelaksanaan kegiatan Posbindu sehingga dapat berjalan secara teratur dan rutin tiap bulannya.

Posbindu PTM

Pemeriksaan fungsi paru sederhana sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih. Meningkatkan upaya kesehatan melalui promotif dan preventif baik Pusat maupun Propinsi dan Kabupaten. Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sector yang mendukung penanggulangan PTM.

Kebijakan Pencegahan dan penanggulangan PTM ini ditujukan pada penyakit-penyakit yang mempunyai faktor resiko yang sama yaitu: Pengelola program promosi kesehatan dan mitra terkait pada masing-masing jenjang administrasi.

Organisasi profesi yang ada. Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sector yang mendukung penanggulangan PTM. Hal ini penting dilakukan karena pemantauan faktor risiko kurang bermanfaat bila masyarakat tidak tahu cara mengendalikannya.

SOP PTM ok

Meningkatkan upaya kesehatan melalui promotif dan preventif. Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM. Undang-undang Nomor 23 tahun tentang kesehatan.

Tersedianya model-model intervensi yang efektif dalam promosi dan pencegahan PTM. Melalui lingkup Promosi Kesehatan secara menyeluruh mulai dari kegiatan advokasi, bina suasana, pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan kemitraan, maka upaya Pengendalian PTM akan memberikan hasil yang optimal.

Menurunnya angka kesakitan morbiditas penderita PTM utama. Pencegahan PTM perlu didukung oleh para semua pihak terutama para penentu kebijakan baik nasional maupun local. Pemeriksaan fungsi paru sederhana sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih. Terdapat sebanyak 10 kegiatan pada Posbindu PTM, yaitu: Dengan cara menghilangkan atau mengurangi faktor resiko PTM dan memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan.

Pencegahan PTM perlu didukung oleh para semua pihak terutama para penentu kebijakan baik nasional maupun local. Motto Kegiatan Posbindu PTM Cek kondisi kesehatan anda secara rutin dan teratur Enyahkan asap rokok dan polusi udara lainnya Rajin aktifitas fisik dengan gerak, olahraga dan seni Dift yang serat dengan kalori seimbang cukup sayur dan buah, rendah gula rendah lemak dan rendah garam.

Melakukan jejaring pencegahan dan penanggulangan PTM. Indikator Untuk mengetahui sampai seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan strategi penanggulangan PTM, ada beberapa patokan yang dapat dipergunakan untuk monitoring dan evaluasi melalui system pencatatan dan pelaporan kegiatan pencegahan dan penanggulangan PTM.

Penurunan proporsi penduduk yang mengalami obesitas, penyalahgunaan alcohol dan BBLR. Kegiatan penggalian informasi faktor resiko dengan wawancara sederhana tentang riwayat PTM pada keluarga dan diri peserta, aktifitas fisik, merokok, kurang makan sayur dan buah, potensi terjadinya cederadan kekerasan dalam rumah tangga, serta informasi lainnya yang dibutuhkan untuk identifikasi masalah kesehatan berkaitan dengan terjadinya PTM.

Meja 5: Penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang jenis PTM cukup baik, dan sebagian besar masyarakat mengetahui bagaimana penderitaan pasien PTM seperti Jantung Koroner, Kanker, Stroke dan Diabetes melitus, gangguan akibat kecelakaan dan cidera.

Untuk pemeriksaan Gula darah dan Kolesterol darah dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di lingkungan kelompok masyarakat tersebut. Untuk anak, pengukuran tekanan darah disesuaikan ukuran mansetnya dengan ukuran lengan atas. Strategi Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas fisik dan kesehatan lainnya yang mendukung.

Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh IMTlingkar perut, analisis lemak tubuh, dan tekanan darah sebaiknya diselenggarakan 1 bulan sekali.

Indikator Khusus Penurunan 3 faktor risiko utama PTM merokok, kurang aktifitas fisik dan konsumsi rendah serat. Penanggulangan PTM PTM mengutamakan pencegahan timbulnya faktor resiko utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, menu makanan seimbang dan tidak merokok.

Wadah Kegiatan: Kegiatan pemeriksaan fungsi paru sederhana diselenggarakan 1 tahun sekali bagi yang sehat, sementara yang beresiko 3 bulan sekali dan penderita gangguan paru-paru dianjurkan 1 bulan sekali.

Dengan cara menghilangkan atau mengurangi faktor resiko PTM dan memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan. Meja 1: Untuk standar minimal lima set meja-kursi, pengukur tinggi badan, timbangan berat badan, pita pengukur lingkar perut, dan tensimeter serta buku pintar kader tentang cara pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengukuran lingkar perut, alat ukur analisa lemak tubuh dan penguku ran tekanan darah dengan ukuran manset dewasa dan anak, alat uji fungsi paru sederhana peakflowmeter dan media bantu edukasi.

Posbindu PTM Dasar meliputi pelayanan deteksi dini faktor resiko sederhana, yang dilakukan dengan wawancara terarah melalui penggunaan instrumen untuk mengidentifikasi riwayat penyakit tidak menular dalam keluarga dan yang telah diderita sebelumnya, perilaku beresiko, potensi terjadinya cederadan kekerasan dalam rumah tangga, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, Indeks massa tubuh IMTalat analisa lemak tubuh, pengukuran tekanan dara, pemeriksaan uji fungsi paru sederhana serta penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri b.

Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.

Peningkatan bina suasana melalui kemitraan dalam pemberdayaan potensi masyarakat. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemecahan masalah PTM yang dihadapi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungannya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.

Untuk di masa datang upaya pencegahan PTM akan sangat penting karena hal ini dipengaruhi oleh 3 faktor utama yaitu dokok, diet seimbang dan aktivitas fisik. Menurunnya angka kecacatan disabilitas penderita PTM utama.POSBINDU PTM.

SOP 1. Pengertian Ditetapkan Oleh No. Dokumen: No. Revisi: Tanggal Terbit: 1 Juni Halaman: 1/1 Penyakit Tidak Kepala Puskesmas Dompu Kota Menular Nasrullah, SKM NIP.

Sop-Posbindu-Ptm.doc

atau disebut dengan PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan orang ke orang. Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, 4/5(5). Erfahren Sie mehr über das Obesitas-Hypoventilationssyndrom (OHS). Pelayanan PTM Di Puskesmas Pengobatan Pengobatan yg tepat.

cepat. Karena PTM merupakan penyakit kronis membutuhkan pengobatan secara terus menerus sehingga pemberian obat disesuaikan dengan tatalaksana masing2 FR dan PTM.

efektif dan rasional dilakukan pada FR dan PTM. /5(1). PTM mengutamakan pencegahan timbulnya faktor resiko utama dengan meningkatkan aktivitas fisik, menu makanan seimbang dan tidak merokok. Promosi dan pencegahan PTM juga dikembangkan melalui upaya-upaya yang mendorong/memfasilitasi diterbitkannya kebijakan public yang mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PTM.

Peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang dilakukan secara terpadu, rutin dan periodik.

Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, merokok, diet) dan konseling faktor risiko PTM yang dilakukan oleh dan 2. Tujuan 3.

Kebijakan 4.

Sop obesitas ptm
Rated 0/5 based on 40 review